Hasil LAN Cable Tester Tidak Urut, Apa Penyebabnya?
LAN cable tester merupakan alat sederhana yang digunakan untuk mengecek apakah jalur kabel LAN sudah terhubung dengan benar. Alat ini sangat berguna setelah pemasangan RJ45, keystone, patch panel, maupun ketika melakukan troubleshooting jaringan.
Pada kondisi normal, indikator LAN cable tester umumnya berjalan berurutan:
1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8
Lalu bagaimana jika hasil LAN cable tester tidak urut, ada nomor yang tidak menyala, atau indikator pada kedua sisi menunjukkan urutan berbeda?
Kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya masalah pada terminasi atau jalur kabel LAN.
Apa Arti Hasil LAN Cable Tester Tidak Urut?
LAN cable tester membantu memeriksa hubungan conductor pada kedua ujung kabel.
Hasil pengujian dapat memberikan indikasi awal seperti:
- 1-2-3-4-5-6-7-8 → jalur terhubung sesuai urutan.
- Ada nomor yang tidak menyala → kemungkinan terdapat jalur yang putus atau open.
- Nomor tidak sesuai urutan → kemungkinan susunan conductor atau terminasi salah.
- Pin terhubung ke nomor yang berbeda → kemungkinan terjadi kesalahan wire map.
- Hasil berubah ketika kabel digerakkan → koneksi RJ45, keystone, atau bagian kabel tertentu kemungkinan tidak stabil.
Jika hasil tester tidak normal, sebaiknya cari penyebabnya sebelum kabel digunakan sebagai jalur jaringan permanen.
Penyebab Hasil LAN Cable Tester Tidak Urut
Ada beberapa penyebab yang umum ditemukan saat melakukan cara test kabel LAN menggunakan cable tester.
1. Susunan Warna Kabel Salah
Terminasi kabel Ethernet umumnya mengikuti standar T568A atau T568B.
Jika urutan conductor pada salah satu ujung tidak sesuai dengan skema yang digunakan, hasil tester dapat menunjukkan urutan yang berbeda.
Untuk instalasi jaringan terstruktur, pastikan terminasi dilakukan secara konsisten sesuai standar yang direncanakan.
2. Urutan RJ45 Salah
Kesalahan memasukkan conductor ke dalam konektor RJ45 juga dapat menyebabkan kabel LAN salah urutan.
Hal ini biasanya terjadi ketika:
- posisi warna tertukar;
- conductor bergeser sebelum crimping;
- kabel tidak masuk penuh ke konektor;
- terminasi dilakukan terlalu terburu-buru.
Periksa kembali susunan conductor pada kedua ujung.
3. Crimping RJ45 Tidak Sempurna
Susunan warna bisa saja sudah benar, tetapi koneksi tetap bermasalah apabila proses crimping tidak sempurna.
Pin pada RJ45 harus membuat kontak yang baik dengan conductor kabel. Jika salah satu pin tidak terhubung, indikator tertentu pada cable tester dapat tidak menyala.
4. Terminasi Keystone Bermasalah
Pada instalasi jaringan kantor, kabel horizontal biasanya tidak langsung dipasangi RJ45. Kabel dapat diterminasi pada keystone LAN dan outlet jaringan.
Masalah dapat terjadi apabila:
- conductor tidak masuk sempurna ke IDC;
- salah mengikuti color code;
- proses punching kurang baik;
- conductor terlepas dari terminal.
Akibatnya, outlet LAN bisa tidak berfungsi meskipun kabel terlihat normal dari luar.
5. Kabel LAN Putus atau Rusak
Masalah tidak selalu berada pada konektor.
Kabel LAN dapat mengalami kerusakan karena:
- tertarik terlalu kuat;
- terjepit furniture atau konstruksi;
- tertekuk berlebihan;
- terkena pekerjaan renovasi;
- mengalami kerusakan fisik pada jalur tertentu.
Jika terminasi sudah diperiksa tetapi hasil tester tetap bermasalah, jalur kabel perlu diperiksa lebih lanjut.
6. Terminasi Patch Panel Salah
Pada structured cabling, ujung kabel lainnya biasanya diterminasi ke patch panel di dalam network rack.
Kesalahan punching atau penempatan pair pada patch panel dapat menyebabkan hasil wire map tidak sesuai.
Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan dari outlet, kabel horizontal, hingga patch panel.
Cara Mengecek dan Memperbaikinya
Jika hasil LAN cable tester tidak normal, lakukan pengecekan sederhana berikut:
- Lepaskan kabel dari perangkat jaringan.
- Hubungkan kedua ujung ke LAN cable tester.
- Perhatikan urutan indikator 1 sampai 8.
- Periksa terminasi pada RJ45, keystone, atau patch panel.
- Pastikan susunan conductor sesuai standar yang digunakan.
- Lakukan terminasi ulang jika ditemukan kesalahan.
- Test kembali kabel setelah perbaikan.
Jika hasil masih sama setelah terminasi diperbaiki, kemungkinan masalah berada pada jalur kabel.
Kapan Kabel LAN Perlu Dicek?
Pengecekan menggunakan cable tester sebaiknya dilakukan jika muncul gejala seperti:
- kabel LAN tidak terdeteksi
- lampu port switch tidak menyala;
- koneksi LAN sering putus-nyambung;
- satu titik LAN mati sementara titik lainnya normal
- koneksi hanya berjalan pada 100 Mbps padahal seharusnya Gigabit;
- hasil tester berubah-ubah;
- outlet LAN tidak berfungsi.
Baca juga : Kenapa Kecepatan LAN Hanya 100 Mbps Padahal Seharusnya 1 Gbps?
Untuk jaringan kantor, testing juga sebaiknya dilakukan setelah pemasangan titik LAN baru.
Pentingnya Testing Setelah Instalasi Kabel LAN
Testing merupakan bagian penting dari proses terminasi kabel LAN.
Pengecekan dapat membantu mendeteksi:
- kesalahan urutan conductor;
- open connection;
- short;
- kesalahan terminasi;
- masalah RJ45;
- masalah keystone;
- masalah pada patch panel.
Dengan melakukan testing sebelum jaringan digunakan, kesalahan instalasi dapat ditemukan lebih awal sehingga proses troubleshooting menjadi lebih mudah.
Butuh Jasa Instalasi Kabel LAN?
Jika banyak titik jaringan menunjukkan hasil cable tester tidak normal, koneksi sering bermasalah, atau instalasi lama perlu diperiksa kembali, pengecekan oleh teknisi berpengalaman dapat membantu menemukan sumber masalah dengan lebih sistematis.
Amartta menyediakan Jasa Instalasi Kabel LAN untuk kebutuhan kantor, gedung, pabrik, warehouse, hotel, sekolah, dan berbagai fasilitas bisnis.
Lingkup pekerjaan meliputi:
- pengecekan jalur kabel LAN;
- penarikan kabel LAN;
- terminasi RJ45 dan keystone;
- instalasi dan terminasi patch panel;
- labeling titik jaringan;
- cable management;
- testing setiap titik LAN.
Untuk pembangunan jaringan baru maupun perbaikan instalasi yang bermasalah, gunakan Jasa Instalasi Kabel LAN agar jalur jaringan lebih rapi, terstruktur, dan mudah dikelola. Hubungi kami untuk konsultasi kebutuhan instalasi jaringan LAN Anda.