LAN Hanya 100 Mbps Padahal Seharusnya 1 Gbps? Ini Penyebabnya
Komputer sudah menggunakan Gigabit Ethernet, switch mendukung port Gigabit, dan kabel jaringan menggunakan Cat5e atau Cat6. Namun ketika diperiksa pada Ethernet Status, link speed justru menunjukkan 100 Mbps, bukan 1.0 Gbps.
Masalah LAN hanya 100 Mbps cukup sering terjadi pada jaringan kantor. Penyebabnya tidak selalu berasal dari koneksi internet. Kabel LAN, terminasi, patch cord, port switch hingga konfigurasi network adapter dapat memengaruhi kecepatan link Ethernet.
Mengapa LAN Bisa Mentok di 100 Mbps?
Untuk memahami masalah ini, perlu dibedakan terlebih dahulu antara kecepatan internet dan Ethernet link speed.
Kecepatan internet berkaitan dengan koneksi dari ISP, sedangkan link speed menunjukkan kemampuan koneksi antara perangkat di jaringan lokal, misalnya komputer dengan switch.
Pada jaringan Ethernet, 100BASE-TX menggunakan dua pasang kabel (pair) untuk komunikasi. Sementara 1000BASE-T atau Gigabit Ethernet menggunakan seluruh empat pair yang terdapat pada kabel UTP.
Karena itu, apabila salah satu pair mengalami masalah, Gigabit Ethernet dapat gagal bekerja sebagaimana mestinya. Dalam kondisi tertentu, perangkat kemudian melakukan negosiasi pada kecepatan yang lebih rendah seperti 100 Mbps.
1. Terminasi RJ45 atau Keystone Bermasalah
Salah satu penyebab umum kecepatan LAN hanya 100 Mbps adalah terminasi kabel yang tidak sempurna.
Masalah dapat terjadi pada konektor RJ45 maupun keystone data outlet. Misalnya, salah satu wire tidak terpasang dengan baik, kontak pin kurang sempurna atau terdapat pair yang terputus.
Jaringan 100 Mbps mungkin masih dapat berjalan karena hanya membutuhkan dua pair. Namun untuk mencapai 1 Gbps, keempat pair harus dapat digunakan dengan benar.
2. Kabel LAN Mengalami Kerusakan
Kabel yang terlihat normal dari luar belum tentu seluruh conductornya berada dalam kondisi baik.
Kerusakan dapat terjadi akibat kabel:
- terjepit furniture atau konstruksi;
- ditarik terlalu kuat ketika instalasi;
- mengalami bending berlebihan;
- rusak pada bagian connector;
- terkena tekanan atau kerusakan fisik;
- memiliki salah satu pair yang tidak tersambung.
Jika salah satu pair bermasalah, koneksi LAN tidak bisa 1 Gbps meskipun perangkat di kedua sisi mendukung Gigabit Ethernet.
Baca juga : 3 Penyebab Utama Kabel LAN Tidak Terdeteksi
3. Hanya Dua Pair yang Terhubung dengan Benar
Kondisi ini sering ditemukan pada kabel yang diterminasi secara tidak sempurna.
Kabel Ethernet mempunyai empat pair atau delapan conductor. 100BASE-TX menggunakan dua pair, sedangkan 1000BASE-T menggunakan empat pair.
Akibatnya, kabel dengan masalah pada pair tertentu bisa terlihat masih berfungsi karena komputer tetap mendapatkan koneksi jaringan, tetapi link speed hanya terbaca 100 Mbps.
Inilah sebabnya mengapa pengecekan tidak cukup hanya memastikan bahwa LAN masih terkoneksi.
4. Ada Komponen Jaringan yang Tidak Mendukung Gigabit
Masalah tidak selalu terletak pada horizontal cable yang berada di plafon atau cable tray.
Jalur LAN dapat melibatkan beberapa komponen seperti:
PC → patch cord → data outlet/keystone → horizontal cable → patch panel → patch cord → switch.
Satu komponen yang bermasalah dapat memengaruhi keseluruhan link.
Kabel Cat5e dan Cat6 yang memenuhi spesifikasi serta dipasang dan diterminasi dengan benar pada dasarnya dapat digunakan untuk Gigabit Ethernet. Namun keystone, coupler, patch panel, patch cord atau komponen lama juga perlu diperiksa ketika Ethernet hanya 100 Mbps.
5. Port Switch Hanya Mendukung 10/100 Mbps
Jangan langsung membongkar kabel.
Periksa terlebih dahulu spesifikasi switch yang digunakan. Beberapa switch lama masih mempunyai port 10/100 Mbps (Fast Ethernet).
Jika komputer Gigabit dihubungkan ke port yang hanya mendukung Fast Ethernet, maka link maksimal akan berada pada 100 Mbps meskipun menggunakan kabel Cat6.
Coba pindahkan koneksi ke port lain yang sudah dipastikan mendukung 10/100/1000 Mbps.
6. Network Adapter atau Speed & Duplex
Network Interface Card (NIC) pada komputer juga perlu diperiksa. Pastikan adapter Ethernet memang mendukung Gigabit.
Pada pengaturan NIC biasanya terdapat opsi Speed & Duplex. Dalam kebanyakan kondisi, Auto Negotiation sebaiknya digunakan agar perangkat menentukan parameter koneksi yang sesuai.
Memaksa pengaturan menjadi 1.0 Gbps Full Duplex bukan solusi untuk kabel yang mengalami kerusakan. Jika physical link tidak memenuhi kebutuhan Gigabit Ethernet, mengubah setting software tidak akan memperbaiki pair kabel yang terputus atau terminasi yang bermasalah.
7. Patch Cord Menjadi Sumber Masalah
Patch cord sering terlewat ketika melakukan troubleshooting.
Padahal kabel pendek dari komputer ke data outlet maupun dari patch panel menuju switch merupakan bagian dari koneksi jaringan.
Sebelum melakukan penarikan kabel ulang, coba ganti patch cord menggunakan kabel Cat5e atau Cat6 yang sudah dipastikan normal. Langkah sederhana ini dapat membantu mengisolasi sumber masalah.
Cara Mengecek LAN Hanya 100 Mbps
Troubleshooting sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tidak langsung menyimpulkan bahwa kabel utama harus diganti.
Coba lakukan pengecekan berikut:
- Periksa Ethernet Link Speed pada komputer dan pastikan memang terbaca 100 Mbps.
- Cek spesifikasi NIC untuk memastikan mendukung Gigabit Ethernet.
- Periksa port switch dan pastikan mendukung 10/100/1000 Mbps.
- Ganti patch cord menggunakan kabel yang sudah diketahui berfungsi normal.
- Pindahkan ke port Gigabit lain pada switch.
- Periksa terminasi RJ45 dan keystone pada kedua ujung kabel.
- Test wire map kabel LAN untuk mengetahui apakah seluruh pair tersambung dengan benar.
- Lakukan pengujian lebih lanjut menggunakan cable certification tester apabila dibutuhkan.
Dengan metode tersebut, sumber masalah dapat dipersempit sebelum melakukan penggantian kabel.
LAN Cable Tester vs Fluke Test
LAN cable tester sederhana biasanya digunakan untuk melakukan pengecekan dasar seperti continuity dan wire map. Alat ini dapat membantu menemukan kondisi open, short atau kesalahan susunan conductor.
Untuk jaringan perusahaan yang membutuhkan pengujian lebih komprehensif, dapat digunakan cable certification tester, misalnya perangkat dari Fluke Networks. Certification test dapat mengevaluasi parameter performa link untuk mengetahui apakah instalasi memenuhi persyaratan kategori dan standar pengkabelan yang diuji.
Tidak semua kasus LAN 100 Mbps membutuhkan certification test. Untuk troubleshooting awal, pengecekan patch cord, port, terminasi dan wire map sering menjadi langkah pertama yang lebih praktis.
Kapan Kabel LAN Perlu Diganti?
Kondisi kabel Cat6 hanya 100 Mbps tidak otomatis berarti seluruh kabel harus ditarik ulang.
Penggantian atau penarikan kabel baru dapat dipertimbangkan apabila ditemukan:
- pair kabel mengalami kerusakan;
- kabel terjepit atau rusak secara fisik;
- kualitas kabel existing tidak diketahui;
- terminasi sudah diperbaiki tetapi masalah tetap terjadi;
- instalasi lama tidak sesuai kebutuhan jaringan;
- hasil pengujian menunjukkan link tidak memenuhi requirement;
- perusahaan sedang melakukan upgrade infrastruktur jaringan.
Dengan pemeriksaan yang tepat, perusahaan dapat menentukan apakah cukup melakukan terminasi ulang atau memang diperlukan penggantian jalur kabel.
Masih 100 Mbps? Periksa Infrastruktur Kabel LAN
Jika komputer dan switch sudah mendukung Gigabit tetapi koneksi tetap LAN hanya 100 Mbps, pemeriksaan sebaiknya difokuskan pada seluruh physical link, mulai dari patch cord, data outlet, keystone, horizontal cable hingga patch panel.
Apabila hasil troubleshooting menunjukkan masalah pada instalasi existing atau perusahaan membutuhkan pembangunan jaringan baru, Jasa Instalasi Kabel LAN dapat digunakan untuk kebutuhan survey jalur, penarikan Cat5e/Cat6/Cat6A, terminasi RJ45 dan keystone, patch panel, labeling, cable management, LAN testing hingga Fluke Test jika diperlukan.
Instalasi dan pengujian yang tepat membantu memastikan infrastruktur kabel sesuai dengan kebutuhan jaringan kantor serta mempermudah troubleshooting dan maintenance di kemudian hari. Hubungi kami untuk konsultasi mengenai masalah jaringan LAN anda.