Berapa Core Fiber Optik yang Dibutuhkan untuk Backbone Gedung?

kawasan gedung perkantoran

Berapa Core Fiber Optik yang Dibutuhkan untuk Backbone Gedung?

Core fiber optik untuk backbone gedung tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan jumlah lantai. Gedung 5 lantai, misalnya, belum tentu cukup menggunakan kabel fiber optik 12 core. Sebaliknya, pada desain jaringan tertentu, jumlah tersebut mungkin sudah mencukupi bahkan masih menyediakan core cadangan.

Penentuan jumlah core fiber optik harus mempertimbangkan jumlah koneksi aktif, topologi jaringan, lokasi MDF dan IDF, kebutuhan redundancy, perangkat yang digunakan, serta rencana ekspansi jaringan.

Karena itu, sebelum melakukan instalasi backbone fiber optik gedung, sebaiknya dilakukan survey dan perencanaan jaringan terlebih dahulu.

Apa yang Dimaksud Core Fiber Optik?

Core adalah bagian utama serat optik yang menjadi media transmisi cahaya untuk membawa data.

Kabel fiber optik tersedia dalam berbagai jumlah core, misalnya:

  • 2 core
  • 4 core
  • 6 core
  • 8 core
  • 12 core
  • 24 core
  • 48 core
  • 96 core atau lebih

Semakin banyak jumlah core, semakin banyak jalur fiber yang tersedia untuk digunakan dalam desain jaringan.

Namun, perlu dipahami bahwa jumlah core tidak sama dengan bandwidth.

Kabel 24 core bukan berarti kecepatannya dua kali lebih tinggi dibandingkan kabel 12 core. Kapasitas jaringan juga ditentukan oleh perangkat aktif, transceiver, standar Ethernet, jenis fiber, serta desain jaringan yang digunakan.

Berapa Core Fiber Optik untuk Backbone Gedung?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua gedung.

Untuk menentukan berapa core fiber optik untuk backbone gedung, beberapa faktor berikut perlu diperhitungkan:

  • Jumlah lantai atau titik distribusi jaringan
  • Jumlah MDF dan IDF
  • Topologi backbone
  • Jumlah koneksi aktif
  • Jenis perangkat network switch
  • Kebutuhan redundancy
  • Backbone CCTV atau sistem lainnya
  • Rencana penambahan perangkat
  • Kebutuhan ekspansi jaringan

Untuk instalasi sederhana, kabel dengan jumlah core relatif kecil mungkin sudah mencukupi. Namun, untuk gedung bertingkat dengan banyak IDF dan kebutuhan jaringan yang terus berkembang, penggunaan 12, 24, 48 core atau lebih dapat dipertimbangkan berdasarkan desain jaringan.

Contoh Perhitungan Kebutuhan Core Fiber Optik

Misalnya sebuah gedung memiliki 1 MDF di lantai dasar dan beberapa IDF pada lantai lainnya.

Setiap IDF membutuhkan koneksi fiber menuju MDF.

Jika setiap koneksi menggunakan sepasang fiber untuk transmit dan receive pada sistem duplex konvensional, maka satu link dapat membutuhkan 2 core.

Sebagai ilustrasi sederhana, jika terdapat 4 IDF:

4 IDF × 2 core = 8 core aktif

Namun, sebaiknya jangan langsung memilih kabel 8 core hanya karena kebutuhan saat ini adalah 8 core.

Perlu disediakan spare core untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan maupun masalah pada salah satu core di kemudian hari.

Pada kondisi seperti ini, kabel 12 core atau 24 core dapat dipertimbangkan. Pilihan akhirnya tetap harus disesuaikan dengan topologi dan rencana pengembangan jaringan.

Perhitungan tersebut hanya ilustrasi. Pada implementasi sebenarnya, kebutuhan core dapat berbeda karena penggunaan BiDi transceiver, redundancy, link terpisah, topologi jaringan, maupun kebutuhan sistem lainnya.

Mengapa Harus Menyediakan Spare Core?

Kesalahan yang cukup umum dalam instalasi fiber optik gedung adalah memasang kabel dengan jumlah core yang hanya cukup untuk kebutuhan saat ini.

Padahal, melakukan penarikan kabel fiber baru setelah gedung beroperasi dapat lebih sulit dan membutuhkan biaya tambahan.

Spare core dapat digunakan untuk:

  • Ekspansi jaringan
  • Penambahan network switch
  • Redundancy backbone
  • Penggantian core jika terjadi masalah
  • Penambahan backbone CCTV
  • Penambahan perangkat jaringan
  • Kebutuhan sistem baru di kemudian hari

Karena itu, menyediakan kapasitas cadangan sejak awal sering kali lebih praktis dibandingkan harus melakukan penarikan kabel baru ketika jaringan berkembang.

See also  Kabel LAN Tester Menunjukkan Open? Ini Penyebab dan Cara Mengeceknya

Fiber Optik 12 Core atau 24 Core?

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah apakah backbone gedung sebaiknya menggunakan fiber optik 12 core atau 24 core.

Keduanya dapat digunakan, tetapi pemilihannya tergantung kebutuhan.

Fiber optik 12 core dapat dipertimbangkan ketika jumlah koneksi relatif terbatas dan masih tersedia core cadangan yang mencukupi.

Sementara itu, fiber optik 24 core memberikan ruang ekspansi yang lebih besar dan dapat dipertimbangkan untuk gedung dengan banyak titik distribusi atau kebutuhan jaringan yang diperkirakan terus berkembang.

Beberapa faktor yang perlu dianalisis antara lain:

  • Jumlah lantai
  • Jumlah IDF
  • Jumlah link setiap IDF
  • Kebutuhan redundancy
  • Topologi point-to-point atau terpusat
  • Sistem CCTV dan access control
  • Rencana pengembangan jaringan

Jangan memilih 12 core atau 24 core hanya berdasarkan selisih harga kabel. Biaya penarikan ulang di kemudian hari dapat menjadi pertimbangan yang lebih penting.

Single Mode atau Multi Mode?

Selain jumlah core, pemilihan jenis fiber juga harus diperhatikan.

Secara umum terdapat dua kategori utama, yaitu Single Mode (SM) dan Multi Mode (MM).

Single Mode banyak digunakan untuk backbone dengan kebutuhan jarak lebih jauh dan skalabilitas jaringan. Multi Mode juga digunakan untuk koneksi data pada jarak tertentu di dalam gedung atau data center.

Pemilihannya perlu disesuaikan dengan jarak, perangkat aktif, jenis transceiver, kebutuhan bandwidth, serta desain jaringan.

Baca juga : Perbedaan Fiber Optik Single Mode dan Multi Mode, Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Kesalahan Menentukan Jumlah Core Fiber Optik

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari saat merencanakan backbone fiber optik gedung adalah:

  • Menghitung core hanya berdasarkan kebutuhan saat ini
  • Tidak menyediakan spare core
  • Tidak mempertimbangkan redundancy
  • Tidak memperhitungkan ekspansi jaringan
  • Mengabaikan kebutuhan CCTV atau sistem lainnya
  • Tidak melakukan labeling setiap core
  • Tidak membuat dokumentasi hasil splicing
  • Memilih kabel hanya berdasarkan harga termurah

Perencanaan yang baik akan mempermudah maintenance dan pengembangan jaringan di kemudian hari.

Survey Sebelum Menentukan Jumlah Core

Jumlah core sebaiknya ditentukan setelah kondisi gedung dan kebutuhan jaringan diketahui.

Survey dapat mencakup pemeriksaan:

  • Lokasi MDF dan IDF
  • Jalur cable tray atau conduit
  • Jarak antar lantai
  • Jumlah titik distribusi
  • Kapasitas network switch
  • Kebutuhan redundancy
  • Kondisi ruang server
  • Lokasi OTB atau ODF
  • Rencana ekspansi

Dari data tersebut, kebutuhan kabel, jumlah core, metode terminasi, dan perangkat pendukung dapat direncanakan dengan lebih tepat.

Butuh Instalasi Backbone Fiber Optik Gedung?

Menentukan jumlah core merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan backbone fiber optik. Kekurangan core dapat menyulitkan ekspansi, sedangkan desain yang tepat memberikan kapasitas cadangan untuk perkembangan jaringan.

Amartta menyediakan Jasa Instalasi Fiber Optik untuk kantor, gedung bertingkat, pabrik, warehouse, hotel, rumah sakit, kampus, data center, dan berbagai fasilitas perusahaan.

Layanan mencakup survey lokasi, perencanaan backbone, penarikan kabel fiber optik, fusion splicing, terminasi OTB/ODF, labeling, OTDR Test, Optical Power Meter, serta dokumentasi jaringan.

Jika Anda belum mengetahui apakah backbone gedung membutuhkan 12 core, 24 core, 48 core atau lebih, tim Amartta dapat membantu melakukan survey dan menentukan konfigurasi berdasarkan kondisi serta kebutuhan jaringan.

Hubungi kami untuk konsultasi dan survey kebutuhan backbone fiber optik gedung Anda sebelum menentukan jenis kabel dan jumlah core yang akan digunakan.

Similar Posts